Berita, KB-TKIT • 28 September 2026

Mengenal Jajanan Tradisional, TKIT Nurul Iman Ajak Anak Cintai Kuliner Nusantara

SEMARANG – Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan makan bersama murid kelas A TKIT Nurul Iman Genuk Semarang pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Masih dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan kali ini mengangkat tema “Jajanan Tradisional” sebagai sarana mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada anak-anak sejak dini.Bertempat di aula sekolah, anak-anak berkumpul dengan tertib bersama teman-teman sekelasnya. Mereka membawa berbagai jajanan tradisional dari rumah untuk dinikmati bersama dalam kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap Sabtu terakhir.

Beragam Jajanan, Beragam Cerita

Sebelum menuju aula, anak-anak terlebih dahulu mencuci tangan di kelas. Setelah berkumpul, mereka membaca doa sebelum makan bersama-sama, kemudian membuka bekal yang telah dibawa dari rumah.

Beragam jajanan tradisional tersaji dengan warna dan bentuk yang menggugah selera. Ada klepon, kue lapis, jentik manis, onde-onde, apam manis, lemper, dadar gulung, dan berbagai jajanan lainnya.

Setiap bekal menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal nama, bentuk, dan cita rasa makanan yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya.

Suasana semakin menarik ketika seorang anak dengan antusias menyampaikan bahwa dirinya membawa bakpao.

“Saya membawa bakpao!” ujarnya.

“Iya, bakpao juga jajanan tradisional, tetapi berasal dari Tiongkok,” jawab ustadzah sambil tersenyum.

Percakapan sederhana tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mengenal jajanan khas Jawa Tengah dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengetahui bahwa sejumlah makanan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari memiliki akar budaya dari negara lain.

Menumbuhkan Kecintaan terhadap Kuliner Nusantara

Kegiatan makan bersama ini bukan sekadar menikmati bekal. Melalui pengenalan jajanan tradisional, TKIT Nurul Iman berupaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kekayaan kuliner Indonesia sekaligus memperkenalkan beragam pilihan makanan dengan bahan dan cara pengolahan yang berbeda.

Anak-anak juga diajak membiasakan diri mencuci tangan, membaca doa sebelum makan, menjaga ketertiban, serta menikmati kebersamaan dengan teman-temannya.

Pengenalan makanan tradisional sejak dini diharapkan dapat memperluas selera anak dan membantu melestarikan warisan kuliner yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pemilihan jajanan dengan bahan yang baik, pengolahan yang higienis, dan kandungan gizi yang sesuai juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan makan sehat.

Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias menikmati aneka jajanan yang mereka bawa. Ternyata, banyak di antara mereka yang menyukai cita rasa jajanan tradisional.

Melalui pengalaman sederhana ini, anak-anak belajar bahwa mengenal budaya bangsa dapat dimulai dari hal yang sangat dekat dengan kehidupan mereka, termasuk makanan yang tersaji di hadapan mereka.