Berita, KB-TKIT, Mafaza, SDIT • 27 October 2026

Peringati Hari Santri Nasional, Yayasan Nurul Iman Gelar Pentas Kreativitas dan Aksi Kepedulian

Semarang — Yayasan Nurul Iman memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan menggelar berbagai kegiatan edukatif dan penampilan kreatif di halaman Masjid At-Taubah, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini melibatkan tiga satuan pendidikan, yakni TKIT Nurul Iman, SDIT Nurul Iman, dan Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Fatimah Az-Zahra (Mafaza).

Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun karakter generasi yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.

Rangkaian acara diwarnai dengan penampilan pidato siswa SDIT Nurul Iman yang menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan di hadapan para peserta. Suasana semakin menarik dengan pementasan drama oleh santriwati Mafaza sebagai wadah pengembangan kreativitas, kerja sama, dan kemampuan berekspresi.

Aksi Kepedulian untuk Palestina

Semangat Hari Santri juga diwujudkan melalui aksi kepedulian kemanusiaan. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Nurul Iman melaksanakan serah terima donasi untuk Palestina sebesar Rp9.470.000 (sembilan juta empat ratus tujuh puluh ribu rupiah).

Donasi tersebut disalurkan melalui UPT Nurim Peduli, unit layanan sosial Yayasan Nurul Iman, dan diserahterimakan kepada Aqsa Working Group (AWG) untuk membantu masyarakat Palestina.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui aksi nyata tersebut, para siswa dan santri diajak memahami bahwa semangat keislaman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan menuntut ilmu, tetapi juga melalui kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.

Apresiasi Capaian Hafalan Al-Qur’an

Salah satu momen istimewa dalam peringatan Hari Santri adalah pemberian penghargaan kepada 12 siswa dan santri dengan capaian hafalan Al-Qur’an tertinggi di masing-masing kelas atau jenjang. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan mereka dalam menghafal Kalamullah, sekaligus motivasi bagi seluruh peserta didik untuk semakin mencintai Al-Qur’an.

Berikut nama-nama penerima apresiasi tersebut.

KB–TKIT Nurul Iman

  • KB: Lathasa Nuha Naladhipa — Surah Al-Ma’un.
  • TK A: Aruna Putri Jelita — Surah Al-Fajr.
  • TK B: Aisya Naila Farhana — Surah Al-Infithar.

SDIT Nurul Iman

  • Kelas 1: Shanum Farnaz Almahyra (1A) — 1 juz 3 lembar.
  • Kelas 2: Nayyara Shanum Elfath (2C) — 2 juz 4 lembar.
  • Kelas 3: Haida Shanum Prasetya (3A) — 2 juz 9 lembar.
  • Kelas 4: Fukayna Arsyila Az Sukhruf (4D) — 4 juz 5 lembar.
  • Kelas 5: Zulfikar Hanif Wildan (5D) — 6 juz 9 lembar.
  • Kelas 6: Aimar Al Ghazi Kusuma (6A) — 5 juz 4 lembar.

Ma’had Fatimah Az-Zahra (Mafaza)

  • Kelas 7: Nayra Cahaya Kinara — 1 juz 5 lembar.
  • Kelas 8: Khalifah Katon — 5 juz.
  • Kelas 9: Inas Azzanida’ — 13 juz 4 lembar.

Penghargaan ini sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an bukan semata diukur dari banyaknya ayat yang diingat, melainkan juga dari kesungguhan menjaga, memahami, dan mengamalkannya. Di balik setiap capaian terdapat ketekunan para siswa dan santri, bimbingan para asatidz, serta dukungan dan doa orang tua.

Dongeng Inspiratif dan Doa Bersama

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Kak Erwin yang membawakan dongeng interaktif tentang kehidupan santri. Melalui cerita yang menarik dan komunikatif, anak-anak diajak mengenal dunia pesantren, memahami nilai kemandirian, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu agama.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu serta kemudahan bagi seluruh siswa dan santri dalam belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, Yayasan Nurul Iman berharap semangat kesantrian tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi tumbuh menjadi nilai yang hidup dalam keseharian peserta didik: tekun menuntut ilmu, santun dalam berakhlak, percaya diri dalam berkarya, dan peka terhadap kebutuhan sesama.

Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.